Konstruksi

Ini Dia Cara dan Tahap Pengecatan Epoxy yang Benar

Salah satu cara melapisi lantai yang cukup populer saat ini adalah penggunaan cat epoxy. Tanpa perlu memakai ubin, lantai cukup dilapisi dengan cat khusus yang akan memberikan hasil akhir mirip lantai plester yang mengkilap, halus dan rata. Dibandingkan dengan keramik atau vinyl, penggunaan cat epoxy untuk lantai beton memiliki tujuan utama untuk memproteksi lantai agar lebih kuat, tidak mudah retak, lebih bersih dan lebih mengkilap. Itulah mengapa cat epoxy banyak diaplikasikan di pabrik, mal, area parkir, rumah sakit, garasi hingga hanggar pesawat.

Gunakan Tenaga Ahli

Mengaplikasikan cat epoxy memang tidak mudah karena dibutuhkan beberapa tahap penting agar hasilnya sempurna. Untuk itu, dibutuhkan ahli cat epoxy sehingga untuk proyek besar biasanya menggunakan kontraktor epoxy lantai. Mereka akan bekerja sesuai tahapan yang dibutuhkan dan tentunya hasilnya akan sempurna dan memuaskan.

Jasa kontraktor epoxy lantai sendiri cukup banyak dan mudah ditemui, sehingga siapa saja yang membutuhkannya bisa mencari dengan mudah, baik melalui koneksi maupun melalui iklan di internet. Biasanya mereka akan merencanakan dengan matang, mulai dari berapa cat, waktu dan tenaga yang dibutuhkan serta tentunya biaya yang harus dikeluarkan oleh pemesan.

Cara dan Tahap Pengecatan yang Benar

Kontraktor atau aplikator epoxy lantai biasanya akan melakukan pengecatan dalam beberapa tahap yang cukup penting karena hasil akhir sangat dipengaruhi dari kesempurnaan tahap-tahap tersebut. Bagaimana cara dan tahap pengecatan epoxy yang benar? Berikut penjelasannya.

1. Grinding

Setelah aplikator epoxy lantai mengosongkan area kerja, dilakukan proses grinding untuk membuka pori-pori lantai. Grinding adalah proses wajib yang tujuannya untuk mengupas atau membuka pori-pori lantai sehingga lantai bebas dari noda bekas minyak atau debu yang sudah lama dan mengeras. Lantai yang bersih akan membuat cat epoxy merekat sempurna tanpa terhalang kotoran.

2. Epoxy Primer 

Coating pertama disebut primer epoxy atau under coat process. Dengan menggunakan raskam atau roll, lapisan cat dimasukkan ke pori-pori lantai untuk merekatkan antara cat epoxy dan lantai beton. Perekat ini terdiri dari dua komponen, yaitu cat epoxy lantai dan floor hardener yang berfungsi untuk memperkuat permukaan lantai beton terhadap gesekan. Di tahap ini juga kadang diberi pewarnaan agar terlihat bagus dan menarik serta pemasangan epoxy mortar sebagai bahan anti bocor.

3. Epoxy Plamir 

Epoxy Plamir 

Setelah tahap awal kering, berlanjut ke tahap plamir epoxy atau body coat dengan menggunakan scrap atau raskam. Tahap pendempulan ini dilakukan ke seluruh permukaan lantai dengan dua komponen, yakni epoxy dan polyamed, ditambah talk atau silica sand yang berfungsi menutup lubang kecil dan retak yang mungkin terjadi di lantai.

4. Sortir Plamir

Setelah kering, selanjutnya dilakukan pengecekan hasil plamir untuk memastikan plamir benar-benar merata. Jika memang ada yang kurang, maka bisa ditambahkan di bagian-bagian yang kurang rata saja. Plamir memang harus merata karena jika tidak akan mempengaruhi warna karena bisa terlihat belang-belang setelah pengecatan selesai.

5. Epoxy Dasar

Epoxy dasar atau base coat adalah pengaplikasian epoxy warna. Setelah kering, kemudian dilakukan pengamplasan di seluruh lantai.

6. Finishing

Proses terakhir adalah finishing atau top coat. Di tahap terakhir ini sama saja dengan proses mengecat epoxy dasar yakni dengan melapisi lantai dengan top coat yang gunanya agar tebalnya epoxy coating bisa didapatkan. Untuk mengaplikasikannya menggunakan roller, semprot atau kuas. Epoxy coating sendiri akan kering sempurna dalam waktu 8 hingga 16 jam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *